Rabu, 23 November 2016

CARA MEMBUAT KARANGAN ILMIAH



                                                       DAFTAR ISI
DAFTAR ISI.................................................................................................. i
BAB II PEMBAHASAN.............................................................................. 1
A.    Pengertian Karangan Ilmiah............................................................... 1
B.     Ciri-ciri Karangan Ilmiah.................................................................... 1
C.     Langkah-langkah Menulis Karangan Ilmiah....................................... 3
D.    Sistematika Isi Karangan Ilmiah......................................................... 6
E.     Pengertian Artikel Penelitian.............................................................. 7
F.      Sistematika dan Isi Artikel Penelitian................................................ 7
BAB III PENUTUP..................................................................................... 10
A.    Kesimpulan....................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................. 12







BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Karangan Ilmiah
                 Karangan adalah penjabaran suatu pikiran secara resmi dan teratur tentang suatu topik dengan mengindahkan prinsip komposisi dan konvensi pernaskahan. Suatu karangan akan disebut ilmiah apabila karangan atau tulisan itu merupakan laporan dan analisis dari suatu hasil penelitian, walau bagaimanapun sederhananya.[1]

B. Ciri-ciri Karangan Ilmiah
Ciri-ciri karangan adalah sebagai berikut:
1)        Hasil penelitian (faktual objektif) adalah tersusun secara sistematis (sistematik).
            Faktual objektif berarti ada faktanya dan sesuai dengan objek yang diteliti. Kesesuaian itu harus dibuktikan dengan pengamatan atau empiri. Objektif juga mengandung pengertian adanya sikap jujur dan tidak memihak, serta memakai ukuran umum dalam menilai sesuatu, bukan ukuran subjektif (selera perseorangan).
            Sistematik berarti tersusun atau terorganisasi dalam suatu sistem. Bagian-bagiannya tidak ada yang berdiri sendiri. Bagian yang satu dengan bagian yang lain harus saling berkaitan, saling menjelaskan, dan saling melengkapi sehingga secara keseluruhan karangan merupakan suatu kesatuan yang utuh.
2)      Menggunakan metode ilmiah (metodik).
            Metodik berarti menggunakan metode atau cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah, penyusunan hipotesis, pengujian hipotesis, dan penarikan kesimpulan.
3)      Berlaku umum atau universal.
            Berlaku umum berarti fenomena pengetahuan yang diobservasi tidak hanya berlaku atau dapat diamati oleh seseorang atau oleh beberapa orang saja. Siapa saja dengan cara eksperimen dan kondisi yang sama akan memperoleh hasil yang sama dengan yang diperoleh pendahulunya secara konsisten.
4)      Ditulis dengan ragam bahasa ilmiah (Darmodjo, 1986:12 dan Jasin, 1994:10).
            Tentang ciri bahasa ilmiah, Brotowidjoyo berpendapat: bahasa dalam karangan disebut ilmiah apabila lafal, kosakata, peristilahan, tata kalimat, dan ejaan mengikuti bahasa yang telah dibakukan (distandardisasi).[2] Seorang pakar penulisan ilmiah, Jujun S. Suriasumantri, menilai persoalan kebahasaan begitu pentingnya sehingga dalam bukunya Pedoman Penulisan Ilmiah kepada para calon penulis dia berpesan sebagai berikut.
            Penulis ilmiah harus menggunakan bahasa yang baik dan benar. Sebuah kalimat yang tidak bisa diidentifikasikan mana yang merupakan subjek dan mana yang merupakan predikat serta hubungan apa yang terkait antara subjek dan predikat kemungkinan besar akan merupakan informasi yang tidak jelas. Tata bahasa merupakan ekspresi dari logika bepikir: tata bahasa yang tidak cermat merupakan logika berpikir yang tidak cermat pula. Oleh sebab itu, langkah pertama dalam menulis karangan ilmiah yang baik adalah mempergunakan tata bahasa yang benar.[3]
5)      Menggunakan bahasa yang baik dan benar
            Sebuah kalimat yang tidak bisa diidentifikasikan mana yang merupakan subjek dan mana yang merupakan predikat serta hubungan apa yang terkait antara subjek dan predikat kemungkinan besar akan merupakan informasi yang tidak jelas. Tata bahasa merupakan ekspresi dari logika bepikir: tata bahasa yang tidak cermat merupakan logika berpikir yang tidak cermat pula.
            Oleh sebab itu, langkah pertama dalam menulis karangan ilmiah yang baik adalah mempergunakan tata bahasa yang benar. Pakar yang lain, Surakhmad, juga mengatakan bahasa adalah medium terpenting di dalam karangan. Diingatkannya, apabila bahasa yang dipakai kurang cermat, karangan bukan saja sukar untuk dipahami, tetapi juga mudah menimbulkan salah pengertian. “Bahasa karangan yang kacau menggambarkan kekacauan pikiran pengarangnya,” tambahnya.[4]

C. Langkah-langkah Menulis Karangan Ilmiah
1.    Memilih Topik dan Tema
Topik dan tema sering diartikan sama sehingga sering terjadi kekacauan. Topik adalah medan atau masalah yang akan ditulis dalam karya ilmiah. Sementara tema adalah pernyataaan sentral  atau pernyataan inti tentang topik  yang akan ditulis. Secara teknis topik dibagi menjadi dua, yaitu topik  umum dan topik  khusus. Topik  umum adalah pokok pembicaraan yang sifatnya masih luas atau ide dasar, sedangkan topik khusus adalah pokok pembicaraan yang luas tetapi terbatas. Sehingga topik adalah  topik umum, sedangkan tema adalah topik  khusus.
Dalam mennentukan topik (masalah yang akan di bahas) hal yang perlu diperhatikan antara lain: (1) Apakah masalah itu memiliki kegunaan, (2) apakah masalah itu memiliki nilai kebaruan, dalam arti belum pernah dibicarakan orang lain (baik dari sudut metode atau pendekatan), (3) apakah masalah itu menarik dan (4) apakan anda memiliki kemampuan untuk membahasnya (sesuai dengan keahlian anda).
Membatasi topik dapat dilakukan dengan cara (1) memilih salah satu aspek  khusus dari topik yang dipilihnya, (2) memilih satu jangka tertentu dari aspek yang sudah terbatas tersebut, (3) memilih batasan ruang (cakupan), dan (4) memilih peristiwa khusus dari aspek yang sudah dibatasi tadi.
Selain itu pembatasan topik dilakukan menurut tempat, waktu, hubungan, sebab-akibat, pembagian bidang, aspek khusus umum, serta objek material dan objek formal.

2.    Merumuskan Masalah
Hakikat masalah adalah danya ketidaksesuaian antara harapan dengan kenyataan. Artinya, apabila seseorang mengaharapkan sesuatu tetapi kenyataan yang dicapai bukan sesuatu yang diharapkan atau kurang dari yang diharapkan, sesorang itu menghadapi masalah. Cara sederhana yang dapat dilakukan untuk merumuskan masalah adalah dengan mengubah rumusan kalimat dalam topik khusus menjadi kalimat tanya, baik dengan menggunakan kata tanya ataupun cukup dengan menggunakan partikel kah .

3.    Membuat Kerangka Karangan
Pada dasarnya kerangka karangan adalah pokok-pokok pikiran yang akan ditulis dalam karangan. Ada dua jenis karangan yaitu kerangka topik dan kerangka kalimat. Kerangka topik adalah kerangka karangan yang hanya merumuskan gagasan-gagasan pokok dalam bentuk kelompok kata. Sebaliknya, kerangka kalimat adalah kerangka kalimat yang merumuskan gagasan pokok yang akan ditulis dalam bentuk kalimat. Pada prinsipnya kerangka karangan harus mengandung rincian gagasan yang akan ditulis dalam karangan, walaupun dalam bentuk kelompok kata ataupun kalimat. 
Contoh 1
Topic khusus: Mengajarkan membaca pemahaman kepada siswa.
Rumusan Masalah:
Bagaimanakah cara mengajarkan membaca pemahaman kepada siswa SMU?
1.      Pendahuluan
a.    Alasan-alasan perlunya siswa SMU menguasai kemampuan membaca pemahaman.
b.    Kedudukan membaca pemahaman anatara kemampuan berbahasa yang lain.
c.    Kenyataan –kenyataan masih ditemukannya ketidakmampuan membaca pemahaman pada kelas masyarakat terdidik.
d.   Kegiatan membaca pemahaman yang terjadi di sekolah-sekolah selama ini.
e.    Cara mengajarkan membaca  pemahaman kepada siswa SMU.
2.      Studi Kepustakaan
a.    Pengertian membaca pemahaman menurut para ahli:
-       Kemukakan konsep teori para ahli
-       Kemukakan kelebihan teori ahli tersebut
-       Kemukakan kelemahan teori ahli tersebut
-       Kemukakan pendapat anda mengenai teori-teori tersebut
b.    Hasil-hasil penelitian mengenai membaca pemahaman oleh para ahli:
-       Kemukakan judul penelitian
-       Kemukakan metode penelitian
-       Kemukakan temuan penelitian
-       Kemukakan kesimpulan pokok.
-       Kemukakan pendapat anda mengenai penelitian tersebut.
c.    Aspek-aspek membaca pemahaman yang perlu diajarkan kepada siswa.
d.   Berbagai metode pengajaran membaca pemahaman di sekolah
e.    Faktor-faktor yang terlibat dalam kegiatan membaca pemahaman.
f.     Rumusan kerangka berpikir.
3.      Pembahasan Masalah
a.    Pengajaran membaca pemahaman bukan pengajaran teori membaca
b.    Teks bacaan sebagai materi pokok pengajaran membaca pemahaman
c.    Pemahaman bacaan berdasarkan butir-butir membaca pemahaman
d.   Langkah-langkah mengajarkan membaca pemahaman berdasarkan metode tertentu.

4.      Penutup
a.    Perlunya membaca pemahaman bagi siswa
b.    Butir-butir membaca pemahaman yang perlu diajarkan
c.    Langkah-langkah pengajaran membaca pemahaman.
5.      Daftar Pustaka
6.      Lampiran

D. Sistematika Isi Karangan Ilmiah
Sistematika isi karangan ilmiah yang ideal adalah:
1.      Pendahuluan
2.      Teori
3.      Data
4.      Analisis.
Analisis adalah kegiatan menghitung (menambah, mengurangi, membagi), menimbang-nimbang, membandingkan antara teori dan praktik serta mengkaji satu atau beberapa aspek berdasarkan satu atau berbagai sudut pandang. Muara dari kegiatan menganalisis adalah menarik 6 simpulan, yaitu memberi penilaian yang objektif tentang maju mundur, untung rugi, berhasil tidak berhasil, baik buruk, atau gabungan hal tersebut yang didasari oleh argumentasi yang tepat dan ukuran yang akurat.
Bila menganalisis sesuatu yang merupakan kelemahan, dalam bagian itu pula sekaligus diberikan saran perbaikan beserta alasan mengapa menyarankan seperti itu. [5]
5.      Kesimpulan dan saran (kalau ada).
Dari kelima bagian isi karangan ilmiah, porsi yang terbesar adalah bagian analisis. Bagian analisis merupakan tempat pengarang atau penulis berimprovisasi mengolah kata dan kalimat membedah materi sesuai dengan selera dan pandangannya untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan membaca bagian analisis inilah pembaca dapat melihat sikap kritis dan ketajaman nalar seorang penulis.

E.       Artikel Penelitian
Artikel merupakan tulisan lepas yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang sifatnya aktual dengan tujuan untuk memberi tahu (informative), mempengaruhi dan meyakinkan (persuasive, argumrntative), atau menghibur (rekreative) (Sumadiria, 2004: 1-2). Dikatakan lepas karena siapapun boleh menulis artikel dengan topik bebas sesuai dengan minat dan keahliannya masing-masing. Ditulisnya pun boleh kapan saja, dimana saja, dan oleh siapa saja.
Artikel Hasil Penelitian
     Artikel hasil penelitain merupakan hasil penelitian yang ditulis dalam bentuk artikel untuk dimuat dalam sebuah jurnal. Hasil penelitian yang ditulis dalam bentuk artikel biasanya biasanya berisi hal-hal yang penting saja karena sebuah jurnal memuat beberapa artikel dalam setiap terbit. Berbeda dengan hasil penelitian yang ditulis dalam laporan teknis resmi yang harus memuat hal-hal yang menyeluruh dan lengkap sehingga naskahnya cenderung lebih tebal.

F.  Sistematika dan Isi Artikel Penelitian
1.    Judul
Judul artikel hendaknya informatif, lengkap, tidak terlalu panjang, atau terlalu pendek, yaitu antara 5-15 kata. Judul artikel memuat variabel-variabel yang diteliti.
2.    Nama Penulis
Nama penulis artikel ditulis tanpa disertai gelar ademik atau gelar lain apapun. Nama dan lembaga tempat bekerja ditulis sebagai catatan kaki di halaman pertama.
3.    Sponsor
       Nama sponsor penelitian ditulis sebagai catatan kaki pada halaman pertama, diletakkan di atas nama lembaga asal peneliti.
4.    Abstrak dan kata kunci
       Abstrak berisi pernyataan ringkas dan padat tentang ide-ide yang paling penting. Abstrak memuat masalah dan tujuan penelitian, prosedur penelitian, dan ringkasan hasil penelitian. Tekanan diberikan kepada hasil penelitian. Panjang abstrak antara 50-75 kata dan ditulis dalam satu paragraf. Abstrak diketik dengan spasi tunggal dengan menggunakan format yang lebih sempit dari teks utama (margin kanan dan kiri menjorok masuk 1,2 cm). Kata kunci adalah kata pokok yang menggambarkan ruang masalah yang diteliti atau istilah-istilah yang merupakan dasar pemikiran gagasan dalam karangan asli, berupa kata tunggal atau gabungan kata. Fungsinya untuk komputerisasi sistem informasi ilmiah. Dengan kata kunci judul penelitian beserta abstraknya dapat ditemukan dengan mudah.
5.    Pendahuluan
       Pendahuluan tidak diberi judul, ditulis langsung di bawah absrak dan kata kunci. Pendahuluan berisi paling sedikit tiga gagasan: (1) latar belakang, (2) masalah dan wawasan rencana pemecahan, dan (3) rumusan tujuan penelitian.
6.    Metode
       Metode penelitian menyajikan bagaimana penelitian itu dilakukan. Hal- hal pokok yang dimuat adalah bagaimana data dikumpulkan, data dan sumber data, dan bagaimana data dianalisis.
7.    Hasil
       Bagian hasil merupakan bagian utama artikel ilmiah. Karena itu biasanya merupakan bagian terpanjang. Hasil yang disajikan adalah hasil bersih, yakni hasil analisis dan hasil pengujian hipotesis. Apabila hasil yang disajikan cukup panjang, penyajian bisa dilakukan dengan memilah menjadi subbagian-subbagian. Untuk penelitian kualitatif, bagian hasil memuat bagian-bagian rinci dalam bentuk subtopik-subtopik sesuai penjabaran masalah penelitian.
8.    Pembahasan
       Pembahasan merupakan bagian terpenting dalam artikel ilmiah. Tujuan pembahasan adalah (1) menjawab masalah penelitian, (2) menafsirkan temuan-temuan, (3) mengintegrasikan temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang telah mapan, dan (4) menyusun teori baru atau memodifikasi teori yang ada.
9.    Kesimpulan dan saran
       Kesimpulan menyajikan ringkasan uraian yang disajikan pada bagian hasil dan pembahasan. Kesimpulan disajikan dalam bentuk essai, bukan dalam bentuk numerikal. Saran disusun berdasarkan kesimpulan yang dihasilkan. Saran bisa mengacu pada tindakan praktis, pengembangan teoretis, dan penelitian lanjutan. Bagian kesimpulan dan saran dapat pula disebut bagian penutup.
10.     Daftar Rujukan (pustaka)
          Daftar rujukan merupakan bahan pustaka yang menjadi rujukan dalam artikel ilmiah. Daftar rujukan harus lengkap dan sesuai dengan rujukan yang disajikan dalam batang tubuh artikel ilmiah.[6]







BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
            Karangan adalah penjabaran suatu pikiran secara resmi dan teratur tentang suatu topik dengan mengindahkan prinsip komposisi dan konvensi pernaskahan. Suatu karangan akan disebut ilmiah apabila karangan atau tulisan itu merupakan laporan dan analisis dari suatu hasil penelitian, walau bagaimanapun sederhananya.
            Ciri karangan ilmiah  adalah:
1.      Hasil penelitian (faktual objektif) adalah tersusun secara sistematis (sistematik).
2.      Menggunakan metode ilmiah (metodik).
3.      Berlaku umum atau universal.
4.      Ditulis dengan ragam bahasa ilmiah (Darmodjo, 1986:12 dan Jasin, 1994:10).
            Sistematika isi karangan ilmiah yang ideal adalah:
1.      Pendahuluan
2.      Teori
3.      Data
4.      Analisis
5.      Kesimpulan dan saran (kalau ada).
            Langkah-langkah menulis karangan ilmiah:
1.      Memilih topik dan tema
2.      Merumuskan masalah
3.      Membuat kerangka karangan
            Artikel merupakan tulisan lepas yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang sifatnya aktual dengan tujuan untuk memberi tahu (informative), mempengaruhi dan meyakinkan (persuasive, argumrntative), atau menghibur (rekreative) (Sumadiria, 2004: 1-2).
            Artikel hasil penelitain merupakan hasil penelitian yang ditulis dalam bentuk artikel untuk dimuat dalam sebuah jurnal. Hasil penelitian yang ditulis dalam bentuk artikel biasanya biasanya berisi hal-hal yang penting saja karena sebuah jurnal memuat beberapa artikel dalam setiap terbit.
            Sistematika dan Isi Artikel Penelitian:
1.      Judul
2.      Nama Penulis
3.      Sponsor
4.      Abstrak dan Kata Kunci
5.      Pendahuluan
6.      Metode
7.      Hasil
8.      Pembahasan
9.      Kesimpulan dan Saran
10.  Daftar Pustaka (Rujukan)
         









DAFTAR PUSTAKA
Brotowidjoyo, Mukayat D. 1985. Penulisan Karangan llmiah. Jakarta: Akademika.
Darmodjo, Hendro. 1985. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Karunika.
Finoza, Lamuddin. 1994. Aneka Surat Statuta, Laporan, dan Notula. Jakarta: Mawar Gempita.
Jazeri. 2010. Bahasa Indonesia Untuk Karya Ilmiah. Tulungagung: Cahaya Abadi.
Surakhmad, Winarno. 1978. Paper, Thesis, dan Disertasi. Bandung: Tarsito.
Suriasumantri, Jujun S. 1986. Pedoman Penulisan llmiah. Jakarta: Fakultas Pasca sarjana IKIP Jakarta.
Suriasumantri, Jujun S. 1995. Filsafat llmu. Jakarta: Sinar Harapan.













[2] Brotowidjoyo, Mukayat D, Penulisan Karangan llmiah, 1985, Jakarta: Akademik, hlm. 79
[3] Suriasumantri, Jujun S, Pedoman Penulisan llmiah, 1986, Jakarta: Fakultas Pasca sarjana IKIP Jakarta, hlm. 59

[4] Surakhmad, Winarno, Paper, Thesis, dan Disertasi, Bandung: Tarsito, 1978, hlm. 12
[5] Finoza, Lamuddin, Aneka Surat Statuta, Laporan, dan Notula, Jakarta: Mawar Gempita, 1994, hlm. 78

[6] Jazeri,Bahasa Indonesia Untuk Karya Ilmiah, (Tulungagung:Cahaya Abadi,2010),hlm.100.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar