DAFTAR
ISI
DAFTAR ISI.................................................................................................. i
BAB II PEMBAHASAN.............................................................................. 1
A.
Pengertian
Karangan Ilmiah............................................................... 1
B.
Ciri-ciri
Karangan Ilmiah.................................................................... 1
C.
Langkah-langkah
Menulis Karangan Ilmiah....................................... 3
D.
Sistematika Isi
Karangan Ilmiah......................................................... 6
E.
Pengertian
Artikel Penelitian.............................................................. 7
F.
Sistematika
dan Isi Artikel Penelitian................................................ 7
BAB III PENUTUP..................................................................................... 10
A.
Kesimpulan....................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................. 12
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Karangan Ilmiah
Karangan adalah penjabaran
suatu pikiran secara resmi dan teratur tentang suatu topik dengan mengindahkan
prinsip komposisi dan konvensi pernaskahan. Suatu karangan akan disebut ilmiah
apabila karangan atau tulisan itu merupakan laporan dan analisis dari suatu
hasil penelitian, walau bagaimanapun sederhananya.[1]
B. Ciri-ciri
Karangan Ilmiah
Ciri-ciri
karangan adalah sebagai berikut:
1)
Hasil
penelitian (faktual objektif) adalah tersusun secara sistematis (sistematik).
Faktual objektif berarti ada
faktanya dan sesuai dengan objek yang diteliti. Kesesuaian itu harus dibuktikan
dengan pengamatan atau empiri. Objektif juga mengandung pengertian adanya sikap
jujur dan tidak memihak, serta memakai ukuran umum dalam menilai sesuatu, bukan
ukuran subjektif (selera perseorangan).
Sistematik berarti tersusun atau
terorganisasi dalam suatu sistem. Bagian-bagiannya tidak ada yang berdiri
sendiri. Bagian yang satu dengan bagian yang lain harus saling berkaitan,
saling menjelaskan, dan saling melengkapi sehingga secara keseluruhan karangan
merupakan suatu kesatuan yang utuh.
2)
Menggunakan
metode ilmiah (metodik).
Metodik berarti menggunakan metode
atau cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui
proses pengidentifikasian masalah, penyusunan hipotesis, pengujian hipotesis,
dan penarikan kesimpulan.
3)
Berlaku
umum atau universal.
Berlaku umum berarti fenomena
pengetahuan yang diobservasi tidak hanya berlaku atau dapat diamati oleh
seseorang atau oleh beberapa orang saja. Siapa saja dengan cara eksperimen dan
kondisi yang sama akan memperoleh hasil yang sama dengan yang diperoleh
pendahulunya secara konsisten.
4)
Ditulis
dengan ragam bahasa ilmiah (Darmodjo,
1986:12 dan Jasin, 1994:10).
Tentang ciri bahasa ilmiah,
Brotowidjoyo berpendapat: bahasa dalam karangan disebut ilmiah apabila lafal,
kosakata, peristilahan, tata kalimat, dan ejaan mengikuti bahasa yang telah
dibakukan (distandardisasi).[2]
Seorang pakar penulisan ilmiah, Jujun S. Suriasumantri, menilai persoalan
kebahasaan begitu pentingnya sehingga dalam bukunya Pedoman Penulisan Ilmiah
kepada para calon penulis dia berpesan sebagai berikut.
Penulis ilmiah harus menggunakan
bahasa yang baik dan benar. Sebuah kalimat yang tidak bisa diidentifikasikan
mana yang merupakan subjek dan mana yang merupakan predikat serta hubungan apa
yang terkait antara subjek dan predikat kemungkinan besar akan merupakan
informasi yang tidak jelas. Tata bahasa merupakan ekspresi dari logika bepikir:
tata bahasa yang tidak cermat merupakan logika berpikir yang tidak cermat pula.
Oleh sebab itu, langkah pertama dalam menulis karangan ilmiah yang baik adalah
mempergunakan tata bahasa yang benar.[3]
5)
Menggunakan
bahasa yang baik dan benar
Sebuah kalimat yang tidak bisa
diidentifikasikan mana yang merupakan subjek dan mana yang merupakan predikat
serta hubungan apa yang terkait antara subjek dan predikat kemungkinan besar
akan merupakan informasi yang tidak jelas. Tata bahasa merupakan ekspresi dari
logika bepikir: tata bahasa yang tidak cermat merupakan logika berpikir yang
tidak cermat pula.
Oleh sebab itu, langkah pertama
dalam menulis karangan ilmiah yang baik adalah mempergunakan tata bahasa yang
benar. Pakar yang lain, Surakhmad, juga mengatakan bahasa adalah medium
terpenting di dalam karangan. Diingatkannya, apabila bahasa yang dipakai kurang
cermat, karangan bukan saja sukar untuk dipahami, tetapi juga mudah menimbulkan
salah pengertian. “Bahasa karangan yang kacau menggambarkan kekacauan pikiran
pengarangnya,” tambahnya.[4]
C. Langkah-langkah
Menulis Karangan Ilmiah
1.
Memilih Topik dan Tema
Topik dan tema sering diartikan sama sehingga
sering terjadi kekacauan. Topik adalah medan atau masalah yang akan ditulis
dalam karya ilmiah. Sementara tema adalah pernyataaan sentral atau pernyataan inti tentang topik yang akan ditulis. Secara teknis topik dibagi
menjadi dua, yaitu topik umum dan
topik khusus. Topik umum adalah pokok pembicaraan yang sifatnya
masih luas atau ide dasar, sedangkan topik khusus adalah pokok pembicaraan yang
luas tetapi terbatas. Sehingga topik adalah
topik umum, sedangkan tema adalah topik
khusus.
Dalam mennentukan topik (masalah yang akan di
bahas) hal yang perlu diperhatikan antara lain: (1) Apakah masalah itu memiliki
kegunaan, (2) apakah masalah itu memiliki nilai kebaruan, dalam arti belum
pernah dibicarakan orang lain (baik dari sudut metode atau pendekatan), (3)
apakah masalah itu menarik dan (4) apakan anda memiliki kemampuan untuk
membahasnya (sesuai dengan keahlian anda).
Membatasi topik dapat dilakukan dengan cara (1)
memilih salah satu aspek khusus dari
topik yang dipilihnya, (2) memilih satu jangka tertentu dari aspek yang sudah
terbatas tersebut, (3) memilih batasan ruang (cakupan), dan (4) memilih
peristiwa khusus dari aspek yang sudah dibatasi tadi.
Selain itu pembatasan topik dilakukan menurut
tempat, waktu, hubungan, sebab-akibat, pembagian bidang, aspek khusus umum,
serta objek material dan objek formal.
2.
Merumuskan Masalah
Hakikat masalah adalah danya ketidaksesuaian antara harapan dengan
kenyataan. Artinya, apabila seseorang mengaharapkan sesuatu tetapi kenyataan
yang dicapai bukan sesuatu yang diharapkan atau kurang dari yang diharapkan,
sesorang itu menghadapi masalah. Cara sederhana yang dapat dilakukan untuk
merumuskan masalah adalah dengan mengubah rumusan kalimat dalam topik khusus
menjadi kalimat tanya, baik dengan menggunakan kata tanya ataupun cukup dengan
menggunakan partikel kah .
3.
Membuat Kerangka Karangan
Pada dasarnya kerangka karangan adalah pokok-pokok
pikiran yang akan ditulis dalam karangan. Ada dua jenis karangan yaitu kerangka
topik dan kerangka kalimat. Kerangka topik adalah kerangka karangan yang hanya
merumuskan gagasan-gagasan pokok dalam bentuk kelompok kata. Sebaliknya,
kerangka kalimat adalah kerangka kalimat yang merumuskan gagasan pokok yang
akan ditulis dalam bentuk kalimat. Pada prinsipnya kerangka karangan harus
mengandung rincian gagasan yang akan ditulis dalam karangan, walaupun dalam
bentuk kelompok kata ataupun kalimat.
Contoh 1
Topic khusus: Mengajarkan
membaca pemahaman kepada siswa.
Rumusan
Masalah:
Bagaimanakah cara mengajarkan membaca pemahaman kepada
siswa SMU?
1. Pendahuluan
a.
Alasan-alasan perlunya siswa SMU menguasai
kemampuan membaca pemahaman.
b.
Kedudukan membaca pemahaman anatara kemampuan
berbahasa yang lain.
c.
Kenyataan –kenyataan masih ditemukannya ketidakmampuan
membaca pemahaman pada kelas masyarakat terdidik.
d.
Kegiatan membaca pemahaman yang terjadi di
sekolah-sekolah selama ini.
e.
Cara mengajarkan membaca pemahaman kepada siswa SMU.
2. Studi Kepustakaan
a.
Pengertian membaca pemahaman menurut para ahli:
-
Kemukakan konsep teori para ahli
-
Kemukakan kelebihan teori ahli tersebut
-
Kemukakan kelemahan teori ahli tersebut
-
Kemukakan pendapat anda mengenai teori-teori
tersebut
b.
Hasil-hasil penelitian mengenai membaca pemahaman
oleh para ahli:
-
Kemukakan judul penelitian
-
Kemukakan metode penelitian
-
Kemukakan temuan penelitian
-
Kemukakan kesimpulan pokok.
-
Kemukakan pendapat anda mengenai penelitian
tersebut.
c.
Aspek-aspek membaca pemahaman yang perlu diajarkan
kepada siswa.
d.
Berbagai metode pengajaran membaca pemahaman di
sekolah
e.
Faktor-faktor yang terlibat dalam kegiatan membaca
pemahaman.
f.
Rumusan kerangka berpikir.
3. Pembahasan Masalah
a.
Pengajaran membaca pemahaman bukan pengajaran teori
membaca
b.
Teks bacaan sebagai materi pokok pengajaran membaca
pemahaman
c.
Pemahaman bacaan berdasarkan butir-butir membaca
pemahaman
d.
Langkah-langkah mengajarkan membaca pemahaman
berdasarkan metode tertentu.
4. Penutup
a.
Perlunya membaca pemahaman bagi siswa
b.
Butir-butir membaca pemahaman yang perlu diajarkan
c.
Langkah-langkah pengajaran membaca pemahaman.
5. Daftar Pustaka
6. Lampiran
D. Sistematika
Isi Karangan Ilmiah
Sistematika
isi karangan ilmiah yang ideal adalah:
1.
Pendahuluan
2.
Teori
3.
Data
4.
Analisis.
Analisis adalah kegiatan
menghitung (menambah, mengurangi, membagi), menimbang-nimbang, membandingkan
antara teori dan praktik serta mengkaji satu atau beberapa aspek berdasarkan satu
atau berbagai sudut pandang. Muara dari kegiatan menganalisis adalah menarik 6
simpulan, yaitu memberi penilaian yang objektif tentang maju mundur, untung
rugi, berhasil tidak berhasil, baik buruk, atau gabungan hal tersebut yang
didasari oleh argumentasi yang tepat dan ukuran yang akurat.
Bila menganalisis sesuatu yang
merupakan kelemahan, dalam bagian itu pula sekaligus diberikan saran perbaikan
beserta alasan mengapa menyarankan seperti itu. [5]
5.
Kesimpulan
dan saran (kalau ada).
Dari kelima bagian isi karangan
ilmiah, porsi yang terbesar adalah bagian analisis. Bagian analisis merupakan
tempat pengarang atau penulis berimprovisasi mengolah kata dan kalimat membedah
materi sesuai dengan selera dan pandangannya untuk mencapai tujuan yang
diinginkan. Dengan membaca bagian analisis inilah pembaca dapat melihat sikap
kritis dan ketajaman nalar seorang penulis.
E.
Artikel Penelitian
Artikel merupakan tulisan lepas yang mengupas
tuntas suatu masalah tertentu yang sifatnya aktual dengan tujuan untuk memberi
tahu (informative), mempengaruhi dan meyakinkan (persuasive,
argumrntative), atau menghibur (rekreative) (Sumadiria, 2004: 1-2).
Dikatakan lepas karena siapapun boleh menulis artikel dengan topik bebas sesuai
dengan minat dan keahliannya masing-masing. Ditulisnya pun boleh kapan saja,
dimana saja, dan oleh siapa saja.
Artikel Hasil Penelitian
Artikel hasil penelitain merupakan hasil
penelitian yang ditulis dalam bentuk artikel untuk dimuat dalam sebuah jurnal.
Hasil penelitian yang ditulis dalam bentuk artikel biasanya biasanya berisi
hal-hal yang penting saja karena sebuah jurnal memuat beberapa artikel dalam
setiap terbit. Berbeda dengan hasil penelitian yang ditulis dalam laporan
teknis resmi yang harus memuat hal-hal yang menyeluruh dan lengkap sehingga
naskahnya cenderung lebih tebal.
F. Sistematika dan Isi Artikel Penelitian
1.
Judul
Judul
artikel hendaknya informatif, lengkap, tidak terlalu panjang, atau terlalu
pendek, yaitu antara 5-15 kata. Judul artikel memuat variabel-variabel yang
diteliti.
2.
Nama
Penulis
Nama penulis artikel ditulis tanpa
disertai gelar ademik atau gelar lain apapun. Nama dan lembaga tempat bekerja
ditulis sebagai catatan kaki di halaman pertama.
3.
Sponsor
Nama sponsor penelitian ditulis sebagai
catatan kaki pada halaman pertama, diletakkan di atas nama lembaga asal
peneliti.
4.
Abstrak
dan kata kunci
Abstrak berisi pernyataan ringkas dan
padat tentang ide-ide yang paling penting. Abstrak memuat masalah dan tujuan
penelitian, prosedur penelitian, dan ringkasan hasil penelitian. Tekanan
diberikan kepada hasil penelitian. Panjang abstrak antara 50-75 kata dan
ditulis dalam satu paragraf. Abstrak diketik dengan spasi tunggal dengan
menggunakan format yang lebih sempit dari teks utama (margin kanan dan kiri
menjorok masuk 1,2 cm). Kata kunci adalah kata pokok yang menggambarkan ruang
masalah yang diteliti atau istilah-istilah yang merupakan dasar pemikiran
gagasan dalam karangan asli, berupa kata tunggal atau gabungan kata. Fungsinya
untuk komputerisasi sistem informasi ilmiah. Dengan kata kunci judul penelitian
beserta abstraknya dapat ditemukan dengan mudah.
5.
Pendahuluan
Pendahuluan tidak diberi judul, ditulis
langsung di bawah absrak dan kata kunci. Pendahuluan berisi paling sedikit tiga
gagasan: (1) latar belakang, (2) masalah dan wawasan rencana pemecahan, dan (3)
rumusan tujuan penelitian.
6.
Metode
Metode penelitian menyajikan bagaimana
penelitian itu dilakukan. Hal- hal pokok yang dimuat adalah bagaimana data
dikumpulkan, data dan sumber data, dan bagaimana data dianalisis.
7.
Hasil
Bagian hasil merupakan bagian utama
artikel ilmiah. Karena itu biasanya merupakan bagian terpanjang. Hasil yang
disajikan adalah hasil bersih, yakni hasil analisis dan hasil pengujian
hipotesis. Apabila hasil yang disajikan cukup panjang, penyajian bisa dilakukan
dengan memilah menjadi subbagian-subbagian. Untuk penelitian kualitatif, bagian
hasil memuat bagian-bagian rinci dalam bentuk subtopik-subtopik sesuai
penjabaran masalah penelitian.
8.
Pembahasan
Pembahasan merupakan bagian terpenting dalam artikel ilmiah.
Tujuan pembahasan adalah (1) menjawab masalah penelitian, (2) menafsirkan
temuan-temuan, (3) mengintegrasikan temuan penelitian ke dalam kumpulan
pengetahuan yang telah mapan, dan (4) menyusun teori baru atau memodifikasi
teori yang ada.
9.
Kesimpulan
dan saran
Kesimpulan menyajikan ringkasan uraian
yang disajikan pada bagian hasil dan pembahasan. Kesimpulan disajikan dalam
bentuk essai, bukan dalam bentuk numerikal. Saran disusun berdasarkan
kesimpulan yang dihasilkan. Saran bisa mengacu pada tindakan praktis,
pengembangan teoretis, dan penelitian lanjutan. Bagian kesimpulan dan saran
dapat pula disebut bagian penutup.
10.
Daftar
Rujukan (pustaka)
Daftar rujukan
merupakan bahan pustaka yang menjadi rujukan dalam artikel ilmiah. Daftar
rujukan harus lengkap dan sesuai dengan rujukan yang disajikan dalam batang
tubuh artikel ilmiah.[6]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Karangan adalah penjabaran suatu
pikiran secara resmi dan teratur tentang suatu topik dengan mengindahkan
prinsip komposisi dan konvensi pernaskahan. Suatu karangan akan disebut ilmiah
apabila karangan atau tulisan itu merupakan laporan dan analisis dari suatu
hasil penelitian, walau bagaimanapun sederhananya.
Ciri karangan ilmiah adalah:
1.
Hasil
penelitian (faktual objektif) adalah tersusun secara sistematis (sistematik).
2.
Menggunakan
metode ilmiah (metodik).
3.
Berlaku
umum atau universal.
4.
Ditulis
dengan ragam bahasa ilmiah (Darmodjo, 1986:12 dan Jasin,
1994:10).
Sistematika isi karangan ilmiah yang
ideal adalah:
1.
Pendahuluan
2.
Teori
3.
Data
4.
Analisis
5.
Kesimpulan
dan saran (kalau ada).
Langkah-langkah menulis karangan ilmiah:
1.
Memilih topik
dan tema
2.
Merumuskan
masalah
3.
Membuat kerangka
karangan
Artikel merupakan tulisan lepas yang mengupas
tuntas suatu masalah tertentu yang sifatnya aktual dengan tujuan untuk memberi
tahu (informative), mempengaruhi dan meyakinkan (persuasive,
argumrntative), atau menghibur (rekreative) (Sumadiria, 2004: 1-2).
Artikel
hasil penelitain merupakan hasil penelitian yang ditulis dalam bentuk artikel
untuk dimuat dalam sebuah jurnal. Hasil penelitian yang ditulis dalam bentuk
artikel biasanya biasanya berisi hal-hal yang penting saja karena sebuah jurnal
memuat beberapa artikel dalam setiap terbit.
Sistematika dan Isi Artikel
Penelitian:
1.
Judul
2.
Nama
Penulis
3.
Sponsor
4.
Abstrak
dan Kata Kunci
5.
Pendahuluan
6.
Metode
7.
Hasil
8.
Pembahasan
9.
Kesimpulan
dan Saran
10. Daftar Pustaka (Rujukan)
DAFTAR PUSTAKA
Brotowidjoyo,
Mukayat D. 1985. Penulisan Karangan llmiah. Jakarta: Akademika.
Darmodjo,
Hendro. 1985. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Karunika.
Finoza,
Lamuddin. 1994. Aneka Surat Statuta, Laporan, dan Notula. Jakarta: Mawar
Gempita.
Jazeri. 2010. Bahasa
Indonesia Untuk Karya Ilmiah. Tulungagung: Cahaya Abadi.
Surakhmad,
Winarno. 1978. Paper, Thesis, dan Disertasi. Bandung: Tarsito.
Suriasumantri,
Jujun S. 1986. Pedoman Penulisan llmiah. Jakarta: Fakultas Pasca sarjana
IKIP Jakarta.
Suriasumantri,
Jujun S. 1995. Filsafat llmu. Jakarta: Sinar Harapan.
[2] Brotowidjoyo, Mukayat D, Penulisan Karangan llmiah,
1985, Jakarta: Akademik, hlm. 79
[3] Suriasumantri, Jujun S, Pedoman Penulisan llmiah,
1986, Jakarta: Fakultas Pasca sarjana IKIP Jakarta, hlm. 59
[4] Surakhmad, Winarno,
Paper, Thesis, dan Disertasi, Bandung: Tarsito, 1978, hlm. 12
[5] Finoza, Lamuddin, Aneka
Surat Statuta, Laporan, dan Notula, Jakarta: Mawar Gempita, 1994, hlm. 78
Tidak ada komentar:
Posting Komentar